Aldin Ardian, ST, MT

  aldin ardian tambang

Kuliah di Kanada part 2

Oleh : aldinardian-blog | Tanggal : 2020-10-27 02:05:29 | Kategori : Beasiswa , | Komentar : 0

Jedanya lumayan panjang juga ya dengan part 1. Mungkin setelah menulis part 1, saya mulai sibuk dengan kuliah. Akhirnya sekarang saya sudah di akhir masa kuliah, tinggal menunggu ujian sidang kelulusan, ditambah ada masukan untuk update. Saya jadi semangat lagi.

 

Okay, di part 2 ini saya akan bahas tentang beasiswa apa saja yang tersedia di Kanada. Menariknya, dengan sistem pendidikan dan sistem perpajakan, beasiswa di Kanada tidak bisa serta merta kita daftar, lalu mencari kuliah, seperti beasiswa mainstream lainnya. Perusahaan, pemerintah, bahkan universitas hanya memberi beasiswa untuk mahasiswa yang sudah terdaftar di universitas di Kanada. Mungkin beberapa dari kita ada yang khawatir, sudah diterima, bayar uang pendaftaran, lalu kalua ga dapat beasiswa bagaimana. Jawaban singkatnya, itu risiko. Jawaban menenangkannya, karena kompetisi beasiswa sudah tersaring bagi yang sudah terdaftar di universitas di Kanada dan sebagian besar beasiswa meminta surat rekomendasi dari supervisor, jadi kemungkinan dapat beasiswanya lebih besar.

 

Untuk mahasiswa S3, malah semakin besar. Contoh di kampus saya, McGill university, ada beasiswa untuk mahasiswa S3 fakultas engineering, namanya MEDA. Untuk mendapatkan MEDA ini syarat utamanya adalah rekomendasi dari supervisor. Jadi, selama supervisor merestui aplikasi beasiswa kita, mungkin sekitar 90% beasiswa akan cair.

 

Begitu juga dengan beasiswa bergengsi lainnya, seperti Vanier, Trudeau foundation, FRQNT. Saya tekankan lagi ya, bukan berarti selama supervisor acc, beasiswa cair, tapi kemungkinannya yang besar.

 

Kekhawatiran selanjutnya, bagaimana jika kita gagal dapat beasiswa walau supervisor sudah acc. Ok, di scenario ini pentingnya kita diskusi dengan supervisor selama proses pendaftaran. Diskusi tentang funding selama studi termasuk kemungkinan kita akan bawa keluarga atau tidak. Jika memang supervisor kita juga sedang memerlukan mahasiswa, maka biasanya supervisor juga bisa memberikan beasiswa. Beasiswa supervisor ini berasal dari sponsor yang beliau terima. Karena setiap profesor di Kanada biasanya memiliki lab dan project. Uang project ini dikirim ke kampus dan bisa diambil jika diperlukan untuk keiatan akademik, seperti membayar stipend atau beasiswa mahasiswa.

 

Selanjutnya, kekhawatiran yang sering saya dengar adalah berapa lama studi di Kanada. Untuk S1 tentunya tergantung SKS (credit) yang kita ambil ya. Beberapa jurusan hanya mewajibkan 120 credits, namun ada juga yang mewajibkan 145 credits. Sehingga, S1 di Kanada bisa diselesaikan dalam waktu 3 tahun (120 credits), atau 4 tahun (145 credits). Untuk S2, 2 tahun adalah kurikulum studi S2 di Kanada dengan maksimal studi selama 3 tahun. Untuk S3, agak unik memang karena kelulusannya tergantung disertasi dan hasil penilitian. Di jurusan saya paling cepat 2 tahun 8  bulan. Itu karena si mahasiswa sudah membawa data dan materi penelitian sebelum memulai studi. Untuk normalnya aadalah 3 tahun jika dia sudah memiliki background metode penelitian yang sudah match (biasanya S1/S2 nya di universitas yang sama atau dari Kanada) atau 4 tahun jika perlu belajar metode lagi dan mengambil data sendiri. Untuk S3, batas studi maksimalnya adalah 6 tahun.

 

Beasiswa untuk S1 di Kanada sejujurnya jarang sekali yang fully funded. Setahu saya university of Toronto memiliki beasiswa fully funded untuk mahasiswa S1 (Lester B. Pearson program). Namun, untuk beasiswa partial, cukup banyak. Mahasiswa S1 di sini secara finansial juga terbantu dengan pekerjaan di dalam kampus seperti menjadi teaching assistant (diutamakan mahasiwa S2/S3), grader (menilai tugas mahasiswa), invigilator (penjaga ujian), bahkan fellowship. DI luar kampus, mahasiswa juga dapat melakukan part-time dengan UMR saat tulisan ini dibuat sebesar $11-14 per jam, tergantung lokasi. Di Montreal sendiri sekitar $13 per jam. Mahasiwa internasional diijinkan bekerja selama 20 jam per minggu.

 

Beasiswa untuk S2 di Kanada, sama jarangnya dengan beasiswa S1. Namun juga peluang-peluang income bisa didapat seperti S1. Bahkan kegiatan dalam kampus seperti teaching assistant, grader, dan invigilator diutamakan mahasiswa graduate (S2/S3). Biasanya, mahasiswa S2 di Kanada mendapat beasiswa dari negara asalnya atau dari lab.

 

Untuk mahasiswa S3, cukup banyak beasiswa di kanada. Sebelum lebih dalam kita bahas, saya rasa perlu dijelaskan bahwa mahasiswa S3 di Kanada dipandang lebih mirip seperti pekerja dibanding mahasiswa. Karena jam kuliahnya yang sedikit, namun waktu yang didedikasikan untuk penelitian sangat banyak. Sehingga, daripada disebut memberi beasiswa, sering kali disebut “Hire” atau mengupah.

 

Beasiswa S3 di Kanada dapat berasal dari dalam kampus (internal) maupun dari luar kampus (eksternal). Dari dalam kampus, bisa berasal dari universitas atau lab. Sedangkan dari luar kampus dapat berasal dari foundation pemerintah federal, pemerintah provinsi, dari foundation asing, bahkan dari negara asal si mahasiswa seperti LPDP untuk Indonesia, Turkce burslari untuk Turki, CSC untuk warga Tiongkok, Stavros Niarchos foundation untuk warga Yunani, dll.

 

Kurang lebih seperti itu gambaran sumber funding di Kanada. Jika ada yang saya lewatkan, mohon koreksinya. Sampai jumpa di part 3 (yang belum tahu mau bahas apa, hehehe).


Tinggalkan Komentar

Pastikan semua kolom sudah terisi dengan benar!.
kirim komentar